Sejak Shopee “memaksa” banyak advertiser pindah ke GMV Max, keluhan yang paling sering muncul adalah:
- “Kok iklan jadi mahal banget ya?”
- “ROAS GMV Max saya jelek terus.”
- “Budget sudah keluar, order tetap seret.”
Masalahnya, banyak toko jalan tanpa ngecek basic-nya dulu: jenis kampanye apa yang aktif, bagaimana struktur biaya, dan apakah produk + toko memang mendukung konversi.
Di artikel ini saya rangkum “checklist audit GMV Max Shopee” yang bisa kamu pakai setiap kali ROAS mulai turun atau iklan terasa boncos.
Apa Itu GMV Max Shopee dan Kenapa Bisa Bikin Boncos?
GMV Max Shopee adalah format iklan otomatis yang mengoptimasi tayangan berdasarkan data dan algoritma Shopee. Idealnya, campaign ini membantu:
- Mendapatkan traffic lebih banyak
- Mengoptimasi ke arah konversi
- Meningkatkan total penjualan (GMV)
Tapi kalau setting awal, struktur biaya, dan kualitas toko-produk berantakan, algoritma hanya akan:
Menghabiskan budget iklan untuk traffic yang tidak berkualitas.
Karena itu, sebelum menyalahkan “iklan Shopee mahal”, kita bedah dulu satu per satu faktor utamanya.
1. Cek Dulu: GMV Max Kamu Auto atau ROAS?
Ini titik kesalahan paling banyak terjadi.
Saat Shopee migrasi dari iklan manual ke GMV Max, banyak campaign otomatis berubah jadi GMV Max Auto, bukan GMV Max dengan target ROAS (ruas).
Perbedaannya:
- GMV Max Auto
- Shopee yang “suka-suka” mengatur bidding & distribusi
- Sangat berisiko boncos, apalagi kalau budget harian longgar atau unlimited
- Cocok hanya kalau kamu benar-benar paham pola datanya
- GMV Max dengan target ROAS
- Kamu menentukan target ROAS (ruas) yang ingin kamu capai
- Lebih terkontrol dan bisa disesuaikan dengan struktur profit
✅ Checklist:
- Buka dashboard Shopee Ads → cek setiap kampanye GMV Max
- Pastikan bukan Auto, tapi yang pakai target ROAS
- Kalau banyak kampanye GMV Max Auto yang jalan, itu salah satu sumber boncos terbesar
2. Atur Modal Harian: Jangan “BPJS” (Budget Pas-Pasan)
Budget harian terlalu kecil bisa merusak performa, bukan menghemat.
Contoh klasik:
- Harian hanya Rp5.000
- Di jam 00:00–00:10 iklan sudah habis
- Di jam-jam prime (pagi–malam) iklan sudah mati karena budget habis
Akibatnya:
- Data yang dikumpulkan tidak representatif
- Peak hours (jam orang belanja) tidak ter-cover
- Konversi rendah → ROAS terlihat jelek
Catatan penting:
- Traffic malam/pagi buta sering kali lebih “iseng” dan kurang berkualitas, tergantung kategori
- Budget terlalu kecil membuat algoritma sulit “belajar” dan mengoptimasi
✅ Checklist:
- Cek di log: iklan aktif sampai jam berapa setiap hari?
- Kalau iklan sering mati sebelum prime time → naikkan budget harian ke level yang memungkinkan iklan hidup di jam penting
- Sesuaikan dengan AOV, harga produk, dan target ROAS-mu
3. Hitung Target ROAS dengan Benar (Bukan Ngasal Angka)
Banyak seller set target ROAS hanya berdasarkan “feeling”, misalnya:
“Kayaknya enak kalau ROAS 10 deh.”
Padahal:
Untuk bisa menentukan target ROAS yang sehat, kamu harus tahu dulu:
- Harga jual rata-rata
- Profit kotor per unit
- Komisi Shopee / fee marketplace
- Potongan voucher & diskon
- Pajak (PPN, PPh kalau relevan)
- Biaya iklan yang masih “masuk akal”
- Biaya packing & operasional
Baru setelah itu kamu bisa menentukan:
Target ROAS minimal berapa supaya tidak rugi,
dan berapa ROAS yang layak jadi indikator “gas”.
Kalau kamu tidak punya standard:
- Kamu tidak tahu kapan harus gas budget
- Tidak tahu kapan harus rem atau kill campaign
- Bisa jadi ROAS yang kamu sebut “jelek” sebenarnya sudah bagus banget, atau sebaliknya
✅ Checklist:
- Buat breakdown biaya per produk
- Hitung profit bersih per produk
- Dari sana tentukan:
- ROAS minimal = titik aman
- ROAS ideal = target kampanye
- Pastikan target ROAS di GMV Max mengacu pada hitungan ini, bukan asal angka
4. Cek: Iklan Live Masih Nyala dan Nyedot Budget?
Ini sering banget kejadian.
Kasus real yang sering saya temui saat bedah akun:
- Semua iklan produk sudah di-audit dan dirapikan
- GMV Max sudah di-set dengan target ROAS
- Tapi budget tetap “habis terlalu cepat”
- Ternyata… iklan live masih aktif dan menyedot saldo sepanjang hari
Apalagi kalau:
- Live bisa 8 jam sehari
- ROAS live jauh lebih buruk dibanding iklan produk
✅ Checklist:
- Cek tab khusus iklan live di Shopee Ads
- Pastikan iklan live yang tidak menguntungkan dimatikan
- Jangan biarkan iklan live menghabiskan budget yang harusnya dialokasikan ke produk dengan performa bagus
5. Audit Foto Produk: CTR Penentu Awal ROAS
Foto produk secara langsung mempengaruhi:
- CTR (Click-Through Rate)
- Yang pada akhirnya mempengaruhi CPC & konversi
Kesalahan umum:
- Semua foto dibuat “template putih polos rapi” tanpa melihat kompetisi di halaman
- Atau justru memakai foto generik yang sama persis dengan banyak seller lain
Kalau fotomu sama dengan foto ratusan seller lain, maka:
Satu-satunya pembeda tinggal harga.
Kalau harga kamu lebih mahal, jangan heran kalau konversi jelek.
✅ Checklist:
- Bandingkan fotomu di halaman pencarian dengan kompetitor
- Pastikan fotomu:
- Jelas, menarik, tetap relevan
- Punya positioning visual yang berbeda
- Uji beberapa varian foto untuk melihat mana yang meningkatkan CTR
6. Kelola Review Negatif, Jangan Dibiarkan Membusuk
Review negatif, apalagi yang baru-baru, sangat berpengaruh ke:
- Trust
- CTR
- Conversion rate
- Ending-nya: ROAS
Masalahnya, banyak toko:
- Tidak pernah membalas review negatif
- Tidak melakukan follow up ke pelanggan yang kecewa
- Membiarkan tampilan produk tampak “bermasalah” di mata calon pembeli
✅ Checklist:
- Pantau review terbaru secara rutin
- Balas review negatif dengan:
- Nada sopan dan solutif
- Tawarkan ganti rugi bila perlu (dalam batas wajar)
- Jadikan review negatif sebagai alarm:
- Apakah masalah di kualitas produk?
- Pengiriman?
- CS?
- Upayakan pengalaman baru yang positif agar review berikutnya bisa menutupi yang lama
7. Optimalkan Judul Produk (Tapi Jangan Sembarangan Ubah)
Di era GMV Max, judul produk punya peran besar:
- Untuk algoritma internal Shopee
- Untuk click intent buyer
- Untuk SEO internal dan relevansi pencarian
Kesalahan yang sering muncul:
- Judul spam penuh kata kunci tidak relevan
- Menyisipkan banyak keyword hanya demi muncul di banyak pencarian
- Judul terlalu panjang atau terlalu pendek
Ini bisa bikin:
- CTR jelek → iklan jadi mahal
- Relevansi menurun → traffic banyak tapi tidak cocok → konversi rendah
⚠️ Tapi perlu diingat:
Mengubah judul produk bisa mereset algoritma produk tersebut.
✅ Checklist:
- Prioritaskan edit judul pada:
- SKU dengan performa jelek
- Produk yang memang perlu reposisi
- Pastikan judul:
- Mengandung kata kunci utama
- Tetap jelas dan relevan
- Tidak sekadar “spam keyword”
8. Manfaatkan Video Produk & Video Affiliate
Video punya peran besar dalam:
- Meyakinkan calon pembeli
- Menjelaskan fungsi produk
- Meningkatkan waktu interaksi dan konversi
Sumber video:
- Video di halaman produk (upload dari seller)
- Video dari akun toko
- Video dari affiliator / creator
Semua ini:
- Menguatkan kualitas listing
- Mengangkat konversi
- Pada akhirnya membantu ROAS GMV Max jadi lebih sehat
✅ Checklist:
- Pastikan produk utama punya minimal 1–3 video yang layak
- Manfaatkan kolaborasi affiliate / creator untuk variasi konten
- Jadikan video sebagai bagian dari strategi, bukan hanya bonus
9. Tulis Deskripsi Produk yang SEO-Friendly
Deskripsi sering banget diabaikan atau dikosongkan.
Padahal:
- Deskripsi adalah tempat ideal untuk:
- Menyisipkan kata kunci
- Menjelaskan benefit, bukan hanya spesifikasi
- Menjawab keberatan calon pembeli
- Untuk seller mall, deskripsi bahkan bisa diisi gambar yang memperkuat branding dan edukasi
✅ Checklist:
- Isi semua bagian yang diminta Shopee:
- Spesifikasi teknis
- Varian
- Material, ukuran, dll.
- Masukkan kata kunci utama & turunan secara natural
- Jelaskan:
- Siapa yang cocok memakai produk ini
- Manfaat utama
- Cara pakai
- Garansi/purna jual bila ada
10. Jaga Kesehatan Operasional Toko
Iklan bagus tidak akan menyelamatkan toko dengan operasional yang berantakan.
Hal-hal “sepele” yang efeknya besar:
- Respon chat lambat
- Pesanan sering terlambat dikirim
- Ada penalti dari marketplace
- Pesanan di-“anggurin” dulu baru dikirim beberapa hari kemudian
Perbedaan 1% layanan yang lebih baik, jika dilakukan konsisten, bisa:
- Meningkatkan rating toko
- Meningkatkan konversi
- Membuat iklan lebih efisien
- Membedakan toko “biasa-biasa” vs toko yang bisa scale besar
✅ Checklist:
- Jawab chat secepat mungkin
- Pastikan proses fulfillment rapi dan cepat
- Hindari pelanggaran yang berujung penalti toko
- Pantau metrik kesehatan toko secara rutin
Bonus: Jangan Biarkan Varian Bestseller Kosong
Ini sering luput:
- Stok produk secara total masih ada
- Tapi varian bestseller (misal: warna merah, size tertentu) justru habis
Dampaknya:
- Buyer masuk → varian favorit tidak tersedia → batal beli
- Konversi turun drastis → ROAS ikut turun
- Algoritma membaca produk sebagai “tidak menarik”
✅ Checklist:
- Identifikasi varian yang paling laku
- Prioritaskan stok untuk varian tersebut
- Kalau varian bestseller sering kosong, pertimbangkan:
- Atur ulang fokus pembelian stok
- Gunakan sistem stok/omnichannel yang lebih rapi jika jualan di banyak channel
Penutup: Jangan Hanya Menyalahkan Iklan, Bedah Sistemnya
ROAS GMV Max yang jelek jarang disebabkan oleh satu faktor saja.
Biasanya kombinasi:
- Setting kampanye yang salah
- Perhitungan biaya yang tidak jelas
- Visual & copy produk yang lemah
- Review dan operasional toko yang kurang sehat
Gunakan artikel ini sebagai checklist audit:
- GMV Max Auto vs ROAS
- Modal harian
- Hitungan target ROAS
- Iklan live
- Foto produk
- Review negatif
- Judul produk
- Video
- Deskripsi
- Operasional & stok varian
Kalau kamu ingin kampanye Shopee Ads, TikTok, atau marketplace lain di-bedah secara strategis, kamu bisa menjadikan saya sebagai partner:
- Untuk audit iklan & funnel
- Penyusunan struktur campaign
- Perhitungan ROAS & profit yang realistis
- Sampai rencana scale up yang terukur
Kamu bisa hubungi saya melalui halaman kontak di sandyzulfikar.my.id dan kita bisa bahas lebih dalam kondisi tokomu saat ini.